Langsung ke konten utama

Anak Ini Menolong Orangtuanya Dari Neraka

Ketika hari kiamat datang, semua manusia digiring ke dalam dua golongan besar. Pertama, golongan ahli surga yang didalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dilihat di dunia ini. Dan kedua, golongan ahli neraka yang didalamnya terdapat beragam siksaan akibat perbuatan dosa mereka di dunia. 

Ketika Allah Swt memberikan kesempatan bagi manusia-manusia yang sudah disiksa untuk masuk ke surga, ada satu golongan diantara beberapa golongan yang Allah berikan kesempatan untuk memberikan pertolongan atau syafa'at. Diantaranya adalah para nabi, syuhada' dan para penghafal Al-Qur'an

Ketika seorang anak (yang hafal Al-Qur'an) mendapati kedua ibu-bapaknya berada di neraka, maka dia mengatakan kepada Allah, ya Allah berikan aku kesempatan untuk menolong kedua orangtuaku karena mereka dahulu telah mendidikku untuk mencintai kitabMu. Maka Allah Swt mengabulkan permintaan si anak dan menyuruh malaikat untuk membangkitkan keduanya dari neraka. Setelah itu Allah Swt memasukkannya kedalam telaga (untuk dicuci) maka terlihatlah kembali rupa dan bentuk wajah keduanya dan Allah Swt memerintahkan malaikat untuk memakaikan mahkota diatas kepala keduanya. Keduanya berkata, ya Rabb kami, apa amal ibadah yang membuat kami bisa menggunakan mahkota seindah ini? Allah Swt menjawab, karena dukunganmu terhadap anakmu dulu di dunia (untuk menghafal Al-Qur'an). Maka keduanya bersujud sebagai rasa syukur mereka kepada Allah Swt.

Cerita diatas setidaknya memberikan gambaran kepada kita, betapa mulia orang yang menghafal Al-Qur'an. Karena amal inilah mereka diberikan kesempatan oleh Allah Swt untuk menolong kedua orantuanya dari neraka.

Penulis: Muhammad, Alumni PTIQ Jakarta fakultas syariah (peradilan agama), sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Magister Hukum Ekonomi Syariah, Email: muhammad.amedz@gmail.com.

Ayo gabung di Lembaga Tuuba Learning Center dalam kegiatan tahsin Al-Qur'an. Info lanjutan hubungi kami melaui facebook klik disini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Sanad dan Ijazah Dalam Keilmuan Islam?

Ijazah sanad adalah salah satu khazanah keilmuan yang diwariskan oleh para salaf dan ulama kita hingga era sekarang, meskipun faedah dan manfaatnya tak sebesar era salaf atau era riwayat, namun pada beberapa jenis sanad terkhusus sanad Qiraat Al-Quran, ia masih menjadi sebuah tuntutan. Ijazah sanad kontemporer bisa dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya: 1-Ijazah sanad Al-Quran atau Qiraatnya. 2-Ijazah sanad buku-buku klasik selain Al-Quran. 3-Ijazah sanad selain buku atau kitab; seperti ijazah azan, ijazah sanad khat atau kaligrafi, ijazah sanad mud atau sha’, atau lainnya. Salah satu pertanyaan yang muncul: Apakah ijazah sanad ini menjadi tolok ukur pemahaman seseorang terhadap buku atau sesuatu yang ia dapati ijazah sanadnya? Jawabannya adalah berdasarkan perincian dari tiga kategori ijazah sanad di atas yang akan dibahas secara ringkas di bawah ini: Pertama: Ijazah sanad Qiraat Al-Quran. Secara umum ijazah sanad Qiraat Al-Quran di era ini tidak bisa d...

Pertolongan Allah Swt Kepada Pemuda Yang Menikah Muda

Artikel ini berisi pengalaman penulis sendiri yang kala itu menikah di umur 24 tahun (tahun 2013). Banyak cemoohan dan cibiran yang datang bahkan dari keluarga sendiri dengan membandingkanku dengan saudara lain yang jauh lebih sukses tapi belum berniat nikah. Namun, menunggu kesuksesan seperti mereka juga butuh waktu lumayan lama karena pada saat itu saya sendiri masih kuliah dengan akumulasi semester yang bisa dikatakan tua, semester 14. Ketika pertama melangkahkan kaki ke pelaminan banyak pengalaman yang alhamdulillah selalu bisa kami lewati bahkan pertolongan Allah selalu terlihat disana. Setelah menikah sampai dua bulan kemudian saya sendiri belum ada kerjaan dan kebetulan istri pada saat itu mengajar di sebuah SDIT di Duren Sawit. Dengan gaji istri inilah kami berupaya mencukupi kehidupan dan setiap hari setelah mengantarkan istri ke sekolah saya duduk di Seven Eleven menunggu sampai dzuhur tiba. Dengan berbekal laptop saya selalu berusaha menuliskan artikel-artikel seputar...

Janji Allah benar, Setelah 14 Abad wafat Jasad Hamzah (Paman Nabi Saw) Ditemukan Dalam Keadaan Utuh

Oktober 2013 sewaktu terjadi banjir di Madinah, makam 70 orang keluarga Perang Uhud ikut dilanda banjir. Setelah banjir surut, jenasah para sahabat-pun akhirnya terlihat keluar dalam keadaan masih utuh karena mereka dikuburkan di kawasan padang pasir, darahnya masih mengalir harum. Jenasah para sahabat dimakamkan kembali seperti semula tapi tidak lagi diberi nama-nama jenasah tersebut  kecuali jenasah Hamzah ra karena diketahui dari luka didadanya, badannya tinggi besar. Jenasahnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih memegang lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz ra karena diketahui dari telinga dan hidungnya yang terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja. Berikut adalah sebagian isi dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa te...