Langsung ke konten utama

Luangkan Waktu Untuk Allah, Allah Akan Mencukupkan Rejeki Kita

Pernahkah terpikir berapa harga untuk sebuah nikmat yang Allah berikan kepada kita? Berapa harga nafas yang setiap detik, menit, jam, hari, tahun dan seterusnya kita hirup? Namun, kita selalu enggan bersyukur dan memberikan waktu barang satu atau dua jam sekedar duduk berzikir, membaca Al-Qur'an dan melakukan tadabbur untuk mengingat Allah.

Kita seringkali disibukkan dengan kehidupan dunia, memikirkan karier, mengumpulkan uang dan hal-hal lain yang sebenarnya tidak kita bawa sampai mati. Kita sering membandingkan diri kita (soal materi) dengan orang yang lebih kaya dari kita namun lupa membandingkan ilmu serta amal kita, sudah berapa banyak kita siapkan untuk hari akhirat.

Ada orang yang mengatakan "ustadz, saya tidak sempat belajar Al-Qur'an karena lelah mencari nafkah untuk keluarga dan kalau waktu belajar saya gunakan pasti penghasilan saya akan berkurang". Demikian pembicaraan saya dengan salah seorang peserta pengajian yang mundur karena kendala waktu.

Padahal jika saja kita mau meluangkan waktu satu jam, satu hari, satu minggu dan seterusnya hanya untuk Allah, niscaya dengan izin Allah rejeki akan datang kepada kita. Jika kita berjalan mendekati Allah niscaya Allah akan berlari mendatangi kita, jadi apa yang kita takutkan dengan rejeki? toh, bekerja sampai pontang-panting pun jika rejeki kita segitu toh yang bertambah cuma kecapean kita saja. Lebih baik membagi waktu barang satu atau dua hari dalam seminggu untuk belajar, satu dua jam perhari untuk baca Al-Qur'an dan beribadah mengingat Allah. Tidak akan sia-sia, justru semakin kita ingat Allah maka Allah pun akan mengingat kita.

Jangan salahkan Allah yang tidak mengabulkan do'a kita. Yang seharusnya disalahkan adalah diri kita sendiri yang selalu alpa terhadap panggilannya, menomorduakan Allah dan mengabaikan majelis ilmu yang didalamnya tercurah banyak rahmat Allah. Masih merasa sucikah diri kita?
___________________________________________
Penulis: Muhammad, Alumni PTIQ Jakarta fakultas syariah (peradilan agama), sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Magister Hukum Ekonomi Syariah. Email: muhammad.amedz@gmail.com
Ayo gabung di Lembaga Tuuba Learning Center dalam kegiatan tahsin Al-Qur'an. Info lanjutan hubungi kami melaui facebook klik disini.
___________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=

visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615

visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-,
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625
http://www.loogix.com/

DVD ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJAR BERSAMA MIMI ADA 4 CD
PLUS DAPAT 2 BONEKA JARI, PANDUAN DONGENG DAN KARTU CERDAS
DAPATKAN SEMUANYA DENGAN HARGA RP. 95.000
ORDER HUBUNGI 085776198625

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janji Allah benar, Setelah 14 Abad wafat Jasad Hamzah (Paman Nabi Saw) Ditemukan Dalam Keadaan Utuh

Oktober 2013 sewaktu terjadi banjir di Madinah, makam 70 orang keluarga Perang Uhud ikut dilanda banjir. Setelah banjir surut, jenasah para sahabat-pun akhirnya terlihat keluar dalam keadaan masih utuh karena mereka dikuburkan di kawasan padang pasir, darahnya masih mengalir harum. Jenasah para sahabat dimakamkan kembali seperti semula tapi tidak lagi diberi nama-nama jenasah tersebut  kecuali jenasah Hamzah ra karena diketahui dari luka didadanya, badannya tinggi besar. Jenasahnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih memegang lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz ra karena diketahui dari telinga dan hidungnya yang terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja. Berikut adalah sebagian isi dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa te...

Kisah Nyata Pria China Merawat Ibunya Yang Sudah Renta

Foto di atas memperlihatkan seorang pria Cina yang sedang menggendong seorang wanita tua yang adalah ibunya sendiri. Layaknya seorang ibu yang menggendong anaknya yang masih kecil dengan kain gendongan. Tiga hari selepas foto tersebut tersebar, topik hangat yang jadi perbincangan adalah “siapakah dia?” banyak warga yang mencoba untuk mencari identitas sang anak yang menggendong ibunya tersebut. Laki-laki tersebut bernama Ding Zhu Ji (62 tahun) dan perempuan tua yang digendongnya adalah ibunya yang berusia 82 tahun. Ding adalah seorang mantan petugas Biro Investigasi dari Departemen Kehakiman di Taiwan. Salah seorang kawannya mengatakan kepada Apple Daily bahwa ibu Ding menderita patah tulang pada kaki kirinya dan Ding telah melakukan serangkaian pengobatan kepada sang ibu. Dalam foto tersebut Ding terlihat sedang menggendong ibunya dirumah sakit Chi Mei Medical Center di Taiwan. Ding memutuskan untuk menggendong sang ibu, agar dirinya dapat lebih cepat untuk tiba di rum...

Kisah Seorang Anak yang bangga menjadi Muslim

Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami. Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab. Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya. Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas ...