Langsung ke konten utama

Pertolongan Allah Swt Kepada Pemuda Yang Menikah Muda

Artikel ini berisi pengalaman penulis sendiri yang kala itu menikah di umur 24 tahun (tahun 2013). Banyak cemoohan dan cibiran yang datang bahkan dari keluarga sendiri dengan membandingkanku dengan saudara lain yang jauh lebih sukses tapi belum berniat nikah. Namun, menunggu kesuksesan seperti mereka juga butuh waktu lumayan lama karena pada saat itu saya sendiri masih kuliah dengan akumulasi semester yang bisa dikatakan tua, semester 14.

Ketika pertama melangkahkan kaki ke pelaminan banyak pengalaman yang alhamdulillah selalu bisa kami lewati bahkan pertolongan Allah selalu terlihat disana. Setelah menikah sampai dua bulan kemudian saya sendiri belum ada kerjaan dan kebetulan istri pada saat itu mengajar di sebuah SDIT di Duren Sawit. Dengan gaji istri inilah kami berupaya mencukupi kehidupan dan setiap hari setelah mengantarkan istri ke sekolah saya duduk di Seven Eleven menunggu sampai dzuhur tiba. Dengan berbekal laptop saya selalu berusaha menuliskan artikel-artikel seputar al-Qur'an yang saya pelajari selama berada di Institut PTIQ Jakarta.

Sampai satu ketika, ada teman yang menawarkan saya mengajarkan tahsin Al-Qur'an di Masjid Al-Ikhlas Duta Indah. Pengajian ini awalnya di isi temannya saya, namun dikarenakan kesibukannya di daerah Cibubur yang semakin padat maka akhirnya saya gantikan posisinya. Dan Alhamdulillah setelah beberapa waktu saya mengajar ada peningkatan jama'ah yang ingin belajar tahsin Al-Qur'an. Kemudian ada lagi teman yang mengajak saya mengajar di Darul Qur'an cabang Cibubur. 

Saat itulah saya merasakan bahwa pertolongan dan janji Allah benar-benar hadir kepada saya dan keluarga kecil saya. Allah Swt selalu menjaga saya agar tidak kelaparan dan alhamdulillah sampai saat ini saya masih tetap bisa makan. Bahkan jika dibandingkan masa lajang saya alhamdulillah saya sudah punya penghasilan, bisa bawa pulang anak-istri ke Aceh waktu lebaran. 

Bagi anda yang saat ini sedang gundah dengan kesuksesan dan orangtua sudah menyuruh anda menikah, menikahlah! Allah Swt tidak akan meninggalkan anda selama anda terus berusaha mencari rejeki yang halal. Ketika masih lajang do'a kita cuma untuk diri kita sendiri tetapi setelah menikah do'a kita untuk keluarga kita, anak dan istri masuk disitu. Makanya Allah Swt senantiasa menjaga agar kita dan keluarga kita agar tidak kelaparan, bisa makan, bisa beli baju, bisa beli susu dan lain sebagainya. Menikahlah! jangan tunggu sampai dollar normal karena Allah Swt mencukupkan kebutuhan kita, berdo'a dan ikhtiar adalah jalan mendapatkan rejeki itu. 

Saya sudah merasakan keindahan dan pertolongan Allah Swt setelah menikah, bagaimana dengan anda?
___________________________________________
Penulis: Muhammad, Alumni PTIQ Jakarta fakultas syariah (peradilan agama), sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Magister Hukum Ekonomi Syariah. Email: muhammad.amedz@gmail.com
Ayo gabung di Lembaga Tuuba Learning Center dalam kegiatan tahsin Al-Qur'an. Info lanjutan hubungi kami melaui facebook klik disini.
___________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=

visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615

visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-,
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625

http://www.loogix.com/

DVD ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJAR BERSAMA MIMI ADA 4 CD
PLUS DAPAT 2 BONEKA JARI, PANDUAN DONGENG DAN KARTU CERDAS
DAPATKAN SEMUANYA DENGAN HARGA RP. 95.000
ORDER HUBUNGI 085776198625

Komentar

  1. MaasyaAllah mantabz! Syukron akhiy sangat menginspirasi dan menambah keyaqinan akan pertolongan Allah..

    BalasHapus
  2. MaasyaAllah mantabz! Syukron akhiy sangat menginspirasi dan menambah keyaqinan akan pertolongan Allah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Sanad dan Ijazah Dalam Keilmuan Islam?

Ijazah sanad adalah salah satu khazanah keilmuan yang diwariskan oleh para salaf dan ulama kita hingga era sekarang, meskipun faedah dan manfaatnya tak sebesar era salaf atau era riwayat, namun pada beberapa jenis sanad terkhusus sanad Qiraat Al-Quran, ia masih menjadi sebuah tuntutan. Ijazah sanad kontemporer bisa dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya: 1-Ijazah sanad Al-Quran atau Qiraatnya. 2-Ijazah sanad buku-buku klasik selain Al-Quran. 3-Ijazah sanad selain buku atau kitab; seperti ijazah azan, ijazah sanad khat atau kaligrafi, ijazah sanad mud atau sha’, atau lainnya. Salah satu pertanyaan yang muncul: Apakah ijazah sanad ini menjadi tolok ukur pemahaman seseorang terhadap buku atau sesuatu yang ia dapati ijazah sanadnya? Jawabannya adalah berdasarkan perincian dari tiga kategori ijazah sanad di atas yang akan dibahas secara ringkas di bawah ini: Pertama: Ijazah sanad Qiraat Al-Quran. Secara umum ijazah sanad Qiraat Al-Quran di era ini tidak bisa d...

Kisah Seorang Anak yang bangga menjadi Muslim

Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami. Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab. Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya. Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas ...

Alhamdulillah, Ada Yang Mewakafkan Al-Qur'an

Setelah 2 tahun bergerak, Lembaga Tuntas Buta Aksara Al-Qur'an yang disingkat Tuuba Indonesia ini sudah banyak dikenal terutama melalui dunia maya. Banyak yang berkeinginan untuk mengikuti kegiatan tahsin dan tahfidz di lembaga ini, alhamdulillah. Namun, kebanyakan yang menghubungi berada di luar DKI Jakarta terutama daerah jawa barat dan tengah. Bahkan beberapa waktu lalu ada yang mengajak sharing al-Qur'an melalui Internet dengan mengirimkan beberapa lantunan bacaan yang sudah di rekam dan kemudian di koreksi melalui telpon.  Ke depan kami ingin punya bangunan (minimal sewa tempat) yang layak untuk dijadikan markas penghafal Al-Qur'an dan santri Lembaga Tuuba Indonesia. Lembaga Tuuba akan membuat semacam pelatihan rutinan bekerjasama dengan TPQ atau TPA terutama di wilayah DKI Jakarta. Hal ini mengingat banyak guru-guru TPQ dan TPA yang belum mumpuni tapi sudah mengajarkan Al-Qur'an kepada anak didiknya. Hal ini membuat banyak anak-anak yang belajar di TPQ dan ...