Benarkah judul diatas? Menurut data survey yang dikeluarkan Institute Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta bahwa 75 persen umat islam indonesia masih buta aksara Al-Qur'an. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman masyarakat indonesia tentang manfaat membaca Al-Qur'an. Adapun 25 persen yang dalam survey tersebut, bisa membaca Al-Qur'an tetapi jika disaring lebih ketat baik dari segi tajwid dan kefasihan membaca Al-Qur'an cuma 10 persen saja yang masuk kategori.
Keinginan yang sedikit diatas terhadap pembelajaran Al-Qur'an saat ini berpindah dari desa ke kota-kota. Dengan pembentukan halaqah-halaqah semacam Lembaga Tuntas Buta Aksara Al-Qur'an ini merupakan wujud dari cinta kita terhadap Al-Qur'an. Karena, ilmu lainnya seperti fiqih, hadits masih banyak orang yang mengkaji dan mendalaminya, sementara ilmu Al-Qur'an tidak.
Dr. Muhsin Salim. MA salah seorang dosen PTIQ Jakarta dan juga pakar Qiraat Nasional menyatakan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah sedikitnya orang yang bisa membaca Al-Qur'an dan semakin banyaknya orang-orang yang menafsirkan Al-Qur'an dengan tekstual. Hal ini disebabkan karena banyak dari umat islam di akhir zaman yang berpaling dari agama dan semua waktunya dihabiskan untuk bekerja serta menghasilkan materi duniawi.
Al-Qur'an sebagai satu-satunya pedoman bagi umat islam seharusnya menjadi landasan utama bagi para orangtua agar anak-anak mereka kelak menjadi anak-anak yang ahli Al-Qur'an. Dan jangan pernah takut jika menghafal Al-Qur'an IQ anda akan turun (jadi orang bodoh), nilai jeblok dan sebagainya. Malah dengan menghafal Al-Qur'an orang bodoh yang dulunya tidak pernah dapat ranking di sekolah malah menjadi orang nomor satu di daerahnya.
Bahkan ada orang yang stroke dan sudah tidak mampu berbicara bertahun-tahun lamanya tetapi setelah mendalami Al-Qur'an, menghafal dan mentadabburinya, Akhirnya dia merasakan peningkatan kesehatan secara drastis, meningkat lebih baik. Ini membuktikan bahwa Al-Qur'an selain sebagai hudan (Petunjuk) juga bermanfaat sebagai syifa' (Penyembuh). Mulailah dari sekarang, jangan ditunda-tunda lagi mana tau besok kita akan meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya.
___________________________________________
Penulis: Muhammad, Alumni PTIQ Jakarta fakultas syariah (peradilan agama), sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Magister Hukum Ekonomi Syariah. Email: muhammad.amedz@gmail.com
Ayo gabung di Lembaga Tuuba Learning Center dalam kegiatan tahsin Al-Qur'an. Info lanjutan hubungi kami melaui facebook klik disini.

Komentar
Posting Komentar