Menghafal Al-Qur'an ada karunia terbesar dari Allah Swt atas hamba-hamba yang terpilih karena terbukti menghafal Al-Qur'an bukan soalan jenius atau tidak tapi ini menyangkut rahmat Allah Swt yang diberikan kepada orang-orang tertentu saja. Jika saja kejeniusan menjadi syarat utama menghafal maka para profesor pun akan sanggung melakukannya, bukan? tapi kenyataannya, betapa banyak orang yang mampu menghafal literatur dan buku-buku tapi tidak sanggup menghafal bahkan satu surah pun dalam Al-Qur'an. Dan sekali lagi ini menyangkut masalah keimanan dan kesucian Al-Qur'an yang tidak sama dengan naskah-naskah lainnya.
Mandapat mandat menghafal Al-Qur'an sungguh suatu kebanggaan tersendiri terutama bagi orangtua si penghafal tersebut karena kelak orangtuanya akan mendapat kehormatan menggunakan mahkota keindahan yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari. Orangtua yang mendidik anaknya menghafal Al-Qur'an akan mendapat pahala yang sama dengan pahala anaknya yang menghafal tersebut. Bayangkan jika orangtua punya anak 5 orang dan semuanya penghafal Al-Qur'an maka pahalanya sungguh luar biasa besarnya.
Namun, kendala dalam masa menghafal Al-Qur'an tentu beragam dan lain individu berbeda dengan yang lainnya. Inilah gunanya kita senantiasa ikut dalam majelis ilmu, majelis huffadz karena kita juga akan mendapatkan beragam informasi kesulitan dan bagaimana cara menghafal Al-Qur'an yang benar. Berikut beberapa tips menghafal Al-Qur'an dengan cepat dan tepat:
- Niat Menghafal Al-Qur'an Lillahi Ta'alaa, agar semuanya dilakukan karena Allah Swt bukan untuk mengejar dunia dan hal-hal lain selain Allah Swt.
- Terus perbaiki bacaan Al-Qur'an, banyak penghafal yang menganggap bacaannya sudah fasih padahal belum pernah memperdengarkan bacaan kepada guru-guru lain. Terus mencari ilmu dan jangan berhenti untuk sekedar menghafalkan saja.
- Ketenangan, bagi para penghafal Al-Qur'an, ketenangan merupaka kemutlakan karena tanpa ketenangan jiwa mustahil hafalan akan lengket. Harus belajar mengatur nafas dan tempo bacaan agar semua orang yang mendengar bacaan tersebut juga ikut tenang.
- Logat yang fasih, Fenomena yang baru terjadi ketika seorang Qori' membaca Al-Qur'an dengan Logat jawa di Istana negara. Bukan masalah boleh atau tidak, kepantasan membaca Al-Qur'an jangan disamakan dengan membaca koran atau membaca sholawat dan lain sebagainya. Kita harus terus berusaha untuk menghilangkan logat kesukuan saat membaca Al-Qur'an.
Itulah beberapa tips menghafal Al-Qur'an dari kami semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjaga penghafal Al-Qur'an.
Penulis: Muhammad, Alumni PTIQ Jakarta fakultas syariah (peradilan agama), sekarang melanjutkan pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Magister Hukum Ekonomi Syariah. Email: muhammad.amedz@gmail.com

Komentar
Posting Komentar