Langsung ke konten utama

Alhamdulillah, Ada Yang Mewakafkan Al-Qur'an

Setelah 2 tahun bergerak, Lembaga Tuntas Buta Aksara Al-Qur'an yang disingkat Tuuba Indonesia ini sudah banyak dikenal terutama melalui dunia maya. Banyak yang berkeinginan untuk mengikuti kegiatan tahsin dan tahfidz di lembaga ini, alhamdulillah. Namun, kebanyakan yang menghubungi berada di luar DKI Jakarta terutama daerah jawa barat dan tengah. Bahkan beberapa waktu lalu ada yang mengajak sharing al-Qur'an melalui Internet dengan mengirimkan beberapa lantunan bacaan yang sudah di rekam dan kemudian di koreksi melalui telpon. 

Ke depan kami ingin punya bangunan (minimal sewa tempat) yang layak untuk dijadikan markas penghafal Al-Qur'an dan santri Lembaga Tuuba Indonesia. Lembaga Tuuba akan membuat semacam pelatihan rutinan bekerjasama dengan TPQ atau TPA terutama di wilayah DKI Jakarta. Hal ini mengingat banyak guru-guru TPQ dan TPA yang belum mumpuni tapi sudah mengajarkan Al-Qur'an kepada anak didiknya. Hal ini membuat banyak anak-anak yang belajar di TPQ dan TPA yang mempunyai bacaan Al-Qur'an yang jauh dari benar. Semua kegiatan ini akan dilaksanakan dengan bantuan iuran dari donatur dan para Aghniya' yang bersedia membantu agar dakwah islamiyah ini dapat berjalan dengan lancar. 

Infaq Al-Qur'an Untuk Para Penghafal Al-Qur'an


Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 31 Agustus 2015 kami telah menerima waqaf Al-Qur'an dari ibunda Asri Wulan yang bertempat tinggal di bintaro, tangerang. Bapak Riki selaku orang yang menjembatani Lembaga Tuuba dan Pewaqaf berharap agar dengan pemberian waqaf Al-Qur'an ini dapat memberikan semangat tersendiri bagi para penghafal Al-Qur'an. 

Ayo Sumbangkan Dana Untuk Lembaga Tuuba
Semoga ke depan semakin banyak orang yang peduli dengan Al-Qur'an dan para penghafalnya. Karena mereka yang memudahkan/mendukung orang-orang untuk menghafal Al-Qur'an juga akan mendapatkan ganjaran pahala sama dengan hitungan orang-orang penghafal yang mereka bantu. Untuk saat ini kami sangat membutuhkan dana untuk menyewa/membeli rumah atau ruko untuk dijadikan markas penghafal Al-Qur'an. Bagi bapak/ibu yang memiliki kelebihan berupa materi dan ingin menyumbangkan dana agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dapat segera menghubungi kami ke 085776198625 SMS/Whatsapp?Call. Terimakasih, Jazakumullahu Ahsanal Jazaa'.
___________________________________________
Pengelola Blog Muhammad, Alumni salah satu kampus islam di Jakarta fakultas syariah (peradilan agama), sekarang melanjutkan pendidikan di jurusan Magister Hukum Ekonomi Syariah. Informasi seputar pemasangan iklan hubungi kami melalui email: muhammad.amedz@gmail.com
Ayo gabung di Lembaga Tuuba Learning Center dalam kegiatan tahsin Al-Qur'an. Info lanjutan hubungi kami melaui facebook klik disini
___________________________________________
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/p/tips-pasang-iklan-di-blog-portal.html
=> KLIK DISINI UNTUK INFO SELANJUTNYA <=

visit www.loogix.com
DVD ANAK SHOLEH SERI TUPI DAN PINGPING HARGA RP. 85.000-,
ORDER SILAHKAN HUBUNGI 085776198615

visit www.loogix.com
DVD HARUN YAHYA SEDANG PROMO NIH, DARI HARGA RP. 150.000-,
JADI RP. 100.000-, ORDER HUBUNGI 085776198625
http://www.loogix.com/

DVD ANAK BERMAIN SAMBIL BELAJAR BERSAMA MIMI ADA 4 CD
PLUS DAPAT 2 BONEKA JARI, PANDUAN DONGENG DAN KARTU CERDAS
DAPATKAN SEMUANYA DENGAN HARGA RP. 95.000
ORDER HUBUNGI 085776198625

Koleksi baju untuk anak-anak muslim AFRA KIDS....Bagi yang berminat silahkan 
hubungi nomor kontak kami 085776198625 Whatsapp/SMS/Telp

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Janji Allah benar, Setelah 14 Abad wafat Jasad Hamzah (Paman Nabi Saw) Ditemukan Dalam Keadaan Utuh

Oktober 2013 sewaktu terjadi banjir di Madinah, makam 70 orang keluarga Perang Uhud ikut dilanda banjir. Setelah banjir surut, jenasah para sahabat-pun akhirnya terlihat keluar dalam keadaan masih utuh karena mereka dikuburkan di kawasan padang pasir, darahnya masih mengalir harum. Jenasah para sahabat dimakamkan kembali seperti semula tapi tidak lagi diberi nama-nama jenasah tersebut  kecuali jenasah Hamzah ra karena diketahui dari luka didadanya, badannya tinggi besar. Jenasahnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih memegang lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz ra karena diketahui dari telinga dan hidungnya yang terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja. Berikut adalah sebagian isi dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa te...

Kisah Nyata Pria China Merawat Ibunya Yang Sudah Renta

Foto di atas memperlihatkan seorang pria Cina yang sedang menggendong seorang wanita tua yang adalah ibunya sendiri. Layaknya seorang ibu yang menggendong anaknya yang masih kecil dengan kain gendongan. Tiga hari selepas foto tersebut tersebar, topik hangat yang jadi perbincangan adalah “siapakah dia?” banyak warga yang mencoba untuk mencari identitas sang anak yang menggendong ibunya tersebut. Laki-laki tersebut bernama Ding Zhu Ji (62 tahun) dan perempuan tua yang digendongnya adalah ibunya yang berusia 82 tahun. Ding adalah seorang mantan petugas Biro Investigasi dari Departemen Kehakiman di Taiwan. Salah seorang kawannya mengatakan kepada Apple Daily bahwa ibu Ding menderita patah tulang pada kaki kirinya dan Ding telah melakukan serangkaian pengobatan kepada sang ibu. Dalam foto tersebut Ding terlihat sedang menggendong ibunya dirumah sakit Chi Mei Medical Center di Taiwan. Ding memutuskan untuk menggendong sang ibu, agar dirinya dapat lebih cepat untuk tiba di rum...

Kisah Seorang Anak yang bangga menjadi Muslim

Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami. Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab. Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya. Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas ...