Langsung ke konten utama

INILAH ALASAN MENGAPA HARUS BELAJAR TAHSIN

Apa kamu sudah bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar? Apa kamu yakin bahwa bacaan Qur’anmu selama ini sudah sesuai dengan bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apa kamu percaya diri bahwa kamu telah membaca setiap huruf dalam Al-Qur’an sesuai dengan sifat-sifatnya dan tepat pula makhroj-nya? Kapan terakhir kali kamu membaca Al-Qur’an sambil didengar oleh guru dan dikoreksi kesalahannya?

Jika kamu belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, belum yakin kalau bacaan Qur’anmu sesuai dengan bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, belum percaya diri kalau kamu telah membaca setiap huruf dalam Al-Qur’an sesuai dengan sifat dan makhroj-nya, dan jika kamu telah lama sekali tidak membaca Al-Qur’an di hadapan guru dan mendapat koreksi darinya… Maka kamu mesti mulai mempertimbangkan untuk belajar tahsin tilawah Al-Qur’an.

Apa sih tahsin tilawah Al-Qur’an? Tahsin tilawah Al-Qur’an itu memperbaiki atau memperindah bacaan Al-Qur’an kita sehingga bacaan kita sesuai dengan bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni; mengeluarkan huruf dari makhroj-nya, memenuhi sifatnya dan memperhatikan hukum bacaannya atau dengan kata lain memperindah bacaan agar sesuai tajwid.

Nah, kali ini kami ingin berbagi alasan kenapa kamu harus belajar tahsin tilawah Al-Qur’an, simak ya!

Membaca Al-Qur’an Sesuai Tajwid Itu Hukumnya Fardhu ‘ain
Meskipun mempelajari teorinya berhukum fardhu kifayah, namun praktik membaca Al-Qur’an sesuai tajwid itu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Bagaimana bisa kita membaca Al-Qur’an sesuai dengan tajwid jika kita enggan untuk belajar tahsin? Allah memerintahkan kita dalam Qur’an surat muzammil ayat 4;

ورتل القرءان ترتيلا

“Dan tartilkanlah Al-Qur’an dengan setartil-tartilnya.”

Ali bin Abi Thalib menjelaskan makna tartil dalam ayat, ”Mentajwidkan huruf-hurufnya dengan mengetahui tempat-tempat berhentinya”.

Sebagai Bentuk Memuliakan Al-Qur’an
Sebagaimana kita tahu, Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang ditujukan kepada kita melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan diperantarai oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam. Pantaskah kita membacanya dengan serampangan? Padahal ia adalah firman Allah yang Mulia.

Agar Tidak Mengubah Arti Sebuah Ayat
Hal ini yang sangat amat penting untuk kita garis bawahi. Bahwa ketika kita membaca Al-Qur’an tanpa ilmu tajwid, maka bisa jadi kita jatuh pada sebuah kesalahan fatal; mengubah firman Allah subhanahu wa ta’ala tanpa kita sadari. Ketika kita tak bisa membedakan cara membaca huruf ح dengan ه,  ث dengan س,  ق dengan ك , dan lain sebagainya, maka kita bisa mengubah arti bacaan melenceng jauh dari aslinya. Misalkan; ketika kita membaca surat Al-ikhlash. Kita membaca qul dengan kul, sungguh kita telah benar-benar merusak artinya. Qul huwallahu ahad berarti “Katakanlah; Dialah Allah yang Maha Esa” sementara kul huwallahu ahad berarti “Makanlah; Dialah Allah yang Maha Esa.” Na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Ini baru 1 ayat, dengan contoh 2 huruf yang seringkali salah diucapkan oleh kebanyakan orang. Bagaimana dengan kesalahan ucap 26 huruf lainnya?

Agar Bacaan Kita Bisa Menjadi Pelipur Lara, Penyejuk Hati Bagi Kita dan Orang Lain yang Mendengarnya
Jika selama ini kita merasa bahwa bacaan Qur’an kita tak membekas dalam dada, tak mengobati hati yang duka, tak semangati jiwa yang merana, sungguh kita patut bertanya ‘apa yang salah dengan bacaan qur’an saya?’ Sebab Allah janjikan dalam Al-Qur’an bahwa ia adalah obat bagi jasmani yang sakit serta ruhani yang merasa terhimpit. Jika kita tak mendapatkannya, tentu bukan Allah yang ingkar janji, tapi kita yang belum memenuhi syarat untuk meraih janjiNya. Maka salah satu syaratnya adalah dengan membaca Al-Qur’an tersebut sesuai dengan tajwidnya; Memenuhi setiap hak huruf-hurufnya.

Dan betapa banyak orang yang mendapat hidayah setelah mendengar bacaan Qur’an yang bagus. Sungguh, tidakkah kita tergiur agar dari lisan kita terketuk hati-hati orang untuk mencintai kalamNya? Tidak perlu jauh-jauh bicara orang sedunia, setidaknya berharaplah agar dengan bacaan kita, keluarga kita akan mencintai ayat-ayatNya.

Agar Menjadi Sebaik-Baik Manusia di Mata Allah
Rasulullah Saw bersabda :

خيركم من تعلم القرءان و علمه

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya” ( HR. Bukhari)

Apalagi yang lebih istimewa dari hal ini? Apa yang lebih menggembirakan selain hal ini? Ketika kita hamba yang penuh alpha disebut Allah dan RasulNya sebagai sebaik-baik manusia.


Nah, setelah baca ini apa kamu masih enggan untuk belajar tahsin tilawah Qur’an? Semoga Allah gerakkan hati-hati kita untuk memuliakan kitabNya. Aamiin Allahumma Aamiin

  • FOLLOW DAN DUKUNG INSTAGRAM KOMUNITAS NGAJI TAHSIN KLIK INI 
  • MAU BELAJAR TAJWID ONLINE KLIK INI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Sanad dan Ijazah Dalam Keilmuan Islam?

Ijazah sanad adalah salah satu khazanah keilmuan yang diwariskan oleh para salaf dan ulama kita hingga era sekarang, meskipun faedah dan manfaatnya tak sebesar era salaf atau era riwayat, namun pada beberapa jenis sanad terkhusus sanad Qiraat Al-Quran, ia masih menjadi sebuah tuntutan. Ijazah sanad kontemporer bisa dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya: 1-Ijazah sanad Al-Quran atau Qiraatnya. 2-Ijazah sanad buku-buku klasik selain Al-Quran. 3-Ijazah sanad selain buku atau kitab; seperti ijazah azan, ijazah sanad khat atau kaligrafi, ijazah sanad mud atau sha’, atau lainnya. Salah satu pertanyaan yang muncul: Apakah ijazah sanad ini menjadi tolok ukur pemahaman seseorang terhadap buku atau sesuatu yang ia dapati ijazah sanadnya? Jawabannya adalah berdasarkan perincian dari tiga kategori ijazah sanad di atas yang akan dibahas secara ringkas di bawah ini: Pertama: Ijazah sanad Qiraat Al-Quran. Secara umum ijazah sanad Qiraat Al-Quran di era ini tidak bisa d...

Pertolongan Allah Swt Kepada Pemuda Yang Menikah Muda

Artikel ini berisi pengalaman penulis sendiri yang kala itu menikah di umur 24 tahun (tahun 2013). Banyak cemoohan dan cibiran yang datang bahkan dari keluarga sendiri dengan membandingkanku dengan saudara lain yang jauh lebih sukses tapi belum berniat nikah. Namun, menunggu kesuksesan seperti mereka juga butuh waktu lumayan lama karena pada saat itu saya sendiri masih kuliah dengan akumulasi semester yang bisa dikatakan tua, semester 14. Ketika pertama melangkahkan kaki ke pelaminan banyak pengalaman yang alhamdulillah selalu bisa kami lewati bahkan pertolongan Allah selalu terlihat disana. Setelah menikah sampai dua bulan kemudian saya sendiri belum ada kerjaan dan kebetulan istri pada saat itu mengajar di sebuah SDIT di Duren Sawit. Dengan gaji istri inilah kami berupaya mencukupi kehidupan dan setiap hari setelah mengantarkan istri ke sekolah saya duduk di Seven Eleven menunggu sampai dzuhur tiba. Dengan berbekal laptop saya selalu berusaha menuliskan artikel-artikel seputar...

Janji Allah benar, Setelah 14 Abad wafat Jasad Hamzah (Paman Nabi Saw) Ditemukan Dalam Keadaan Utuh

Oktober 2013 sewaktu terjadi banjir di Madinah, makam 70 orang keluarga Perang Uhud ikut dilanda banjir. Setelah banjir surut, jenasah para sahabat-pun akhirnya terlihat keluar dalam keadaan masih utuh karena mereka dikuburkan di kawasan padang pasir, darahnya masih mengalir harum. Jenasah para sahabat dimakamkan kembali seperti semula tapi tidak lagi diberi nama-nama jenasah tersebut  kecuali jenasah Hamzah ra karena diketahui dari luka didadanya, badannya tinggi besar. Jenasahnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih memegang lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah beberapa ribu tahun. Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz ra karena diketahui dari telinga dan hidungnya yang terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja. Berikut adalah sebagian isi dari kaset pembicaraan Dr Thariq As-Suwaidan tentang peristiwa te...