Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Inilah Salah Satu Tanda Kiamat Yang Sering Kita Jumpai Sekarang

Benarkah judul diatas? Menurut data survey yang dikeluarkan Institute Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta bahwa 75 persen umat islam indonesia masih buta aksara Al-Qur'an. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman masyarakat indonesia tentang manfaat membaca Al-Qur'an. Adapun 25 persen yang dalam survey tersebut, bisa membaca Al-Qur'an tetapi jika disaring lebih ketat baik dari segi tajwid dan kefasihan membaca Al-Qur'an cuma 10 persen saja yang masuk kategori. Keinginan yang sedikit diatas terhadap pembelajaran Al-Qur'an saat ini berpindah dari desa ke kota-kota. Dengan pembentukan halaqah-halaqah semacam Lembaga Tuntas Buta Aksara Al-Qur'an ini merupakan wujud dari cinta kita terhadap Al-Qur'an. Karena, ilmu lainnya seperti fiqih, hadits masih banyak orang yang mengkaji dan mendalaminya, sementara ilmu Al-Qur'an tidak. Dr. Muhsin Salim. MA salah seorang dosen PTIQ Jakarta dan juga pakar Qiraat Nasional menyatakan bahwa salah satu tanda akhir...

Hati-Hati!!! Fanatik Dapat Merusak Akal Sehat

Tidak jarang kita jumpai orang sangat fanatik dengan gurunya sehingga mendewakan segala apa yang diucapkan oleh sang guru tanpa pernah berusaha mencari dasar. Seseorang yang buta menjadikan tongkat sebagai penglihatannya sehingga dia percaya dengan tongkatnya dan tidak pernah melepaskannya saat berjalan. Seorang yang taklid buta sama seperti orang buta tersebut tetapi mereka percaya kepada manusia yang juga bisa jadi punya kapasitas ilmu dibawah rata-rata dan menjelaskan sesuatu berdasarkan logikanya semata. Kita bisa membaca bagaimana kehidupan imam arba'ah (imam yang empat), mereka berbeda dalam setiap pembahasan dan terkadang juga sama dalam hal lainnya. Terkadang antara murid dan gurunya juga saling berbeda pendapat soal furu' tapi mereka tidak sama sekali mengatakan pendapat merekalah yang paling shahih.  Inilah yang menjadi alasan bahwa siapapun yang ingin mendapatkan ilmu yang sempurna harus melepaskan diri dari fanatik buta terutama fanatik kepada gurunya dan...

Balasan Menghafal al Qur’an al Karim

Dr. Sayid Husain Al-Afanie menulis dalam bukunya yang berjudul AI-Jazaau min Jinsil Amal (Balasan itu Sesuai dengan Jenis Amalnya) kisah berikut ini, yang beliau sadur dari Syaikh Abdurrahman bin Aqil Adz-Dzahiri, dari Syaikh Mahfudh Asy Syanqathi–Direktur Utama Majma’ Raja Fahd untuk Pengadaan Al-Qur’an– dari Syaikh para qari’ di Majma’ tersebut, yakni Syaikh Amir Sayyid Utsman Rahimahullah. Syaikh Amir pada akhir usia yang ke-70 tahun,  syaraf bicaranya  terganggu sehingga tidak bisa bersuara. Ketika itu, beliau mengajar murid-murid yang belajar qira’ah, tetapi secara tiba-tiba tidak mampu bersuara, hanya terdengar desahan saja. Kemudian, beliau sakit keras dan selama itu beliau terbaring di rumah sakit. (Baca: Kisah anak yang menolong orangtuanya dari Neraka) Suatu ketika para perawat dan pasien rumah sakit dikagetkan dengan seorang pasien lelaki yang syaraf bicaranya putus, tetapi ia masih sanggup duduk, bahkan melantunkan firman- firman Allah Ta’ala dengan suara je...

Anak Ini Menolong Orangtuanya Dari Neraka

Ketika hari kiamat datang, semua manusia digiring ke dalam dua golongan besar. Pertama, golongan ahli surga yang didalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang belum pernah dilihat di dunia ini. Dan kedua, golongan ahli neraka yang didalamnya terdapat beragam siksaan akibat perbuatan dosa mereka di dunia.  Ketika Allah Swt memberikan kesempatan bagi manusia-manusia yang sudah disiksa untuk masuk ke surga, ada satu golongan diantara beberapa golongan yang Allah berikan kesempatan untuk memberikan pertolongan atau syafa'at. Diantaranya adalah para nabi, syuhada' dan para penghafal Al-Qur'an Ketika seorang anak (yang hafal Al-Qur'an) mendapati kedua ibu-bapaknya berada di neraka, maka dia mengatakan kepada Allah, ya Allah berikan aku kesempatan untuk menolong kedua orangtuaku karena mereka dahulu telah mendidikku untuk mencintai kitabMu. Maka Allah Swt mengabulkan permintaan si anak dan menyuruh malaikat untuk membangkitkan keduanya dari neraka. Setelah itu ...

Kiat Mudah Menghafal Al-Qur'an

Menghafal Al-Qur'an ada karunia terbesar dari Allah Swt atas hamba-hamba yang terpilih karena terbukti menghafal Al-Qur'an bukan soalan jenius atau tidak tapi ini menyangkut rahmat Allah Swt yang diberikan kepada orang-orang tertentu saja. Jika saja kejeniusan menjadi syarat utama menghafal maka para profesor pun akan sanggung melakukannya, bukan? tapi kenyataannya, betapa banyak orang yang mampu menghafal literatur dan buku-buku tapi tidak sanggup menghafal bahkan satu surah pun dalam Al-Qur'an. Dan sekali lagi ini menyangkut masalah keimanan dan kesucian Al-Qur'an yang tidak sama dengan naskah-naskah lainnya. Mandapat mandat menghafal Al-Qur'an sungguh suatu kebanggaan tersendiri terutama bagi orangtua si penghafal tersebut karena kelak orangtuanya akan mendapat kehormatan menggunakan mahkota keindahan yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari. Orangtua yang mendidik anaknya menghafal Al-Qur'an akan mendapat pahala yang sama dengan pahala ana...